Happiness is whenever and wherever I’m with you, dear.

Happiness is whenever and wherever I’m with you, dear.

"

I think the saddest people always try their hardest to make people happy

because they know what it’s like to feel absolutely worthless

and they don’t want anyone else to feel like that.

"
- Robin Williams (via rihahna)

(Source: skateeofmind, via fildadidum)

Ketika kangen udah sebegininya, mungkin cuma bisa berdoa supaya hari terasa cepat dan kita bisa segera bertemu.

10

Kalau kamu ada di sini, pasti tadi kamu jemput aku di kantor. Habis itu kita ribut mau makan di mana. Palingan kamu kode-kode biar bisa makan sate, sambel layah, atau minum coklat di indomaret point. Terus kamu antar aku ke rumah dan nyangsang main dota 2-3 game sambil dengerin aku cerita gimana hari pertamaku kerja.

Kalau kamu di sini, pasti sekarang aku udah tidur nyenyak karena capek ketawa sama kamu. Ketawa karena hal-hal gak penting yang kita lihat di jalan. Ketawa karena kelakuan kita satu sama lain yang gak masuk akal. Ketawa karena aku senang kamu ada di sini buat dengerin aku dan tenangin aku.

Hari ini ketemu tanggal 12 lagi. Aku memang gampang panik dan stres, semoga kamu gak akan pernah capek ya tenangin aku. Semoga aku, kamu, dan kita bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Selamat tanggal 12 yang ke-10. See you on Saturday. Jogja sepi gak ada kamu di sini, Tak :’)

"

"I was told
The average girl begins to plan her wedding at the age of 7
She picks the colors and the cake first

By the age of 10 
She knows time,
And location

By 17 
She’s already chosen a gown
2 bridesmaids
And a maid of honor

By 23 
She’s waiting for a man
Who wont break out in hives when he hears the word “commitment”
Someone who doesn’t smell like a Band-Aid drenched in lonely
Someone who isn’t a temporary solution to the empty side of the bed
Someone
Who’ll hold her hand like it’s the only one they’ve ever seen

To be honest
I don’t know what kind of tux I’ll be wearing
I have no clue what my wedding will look like

But I imagine
The women who pins my last to hers
Will butterfly down the aisle
Like a 5 foot promise

I imagine
Her smile
Will be so large that you’ll see it on google maps
And know exactly where our wedding is being held

The woman that I plan to marry
Will have champagne in her walk
And I will get drunk on her footsteps

When the pastor asks
If I take this woman to be my wife
I will say yes before he finishes the sentence
I’ll apologize later for being impolite
But I will also explain him
That our first kiss happened 6 years ago
And I’ve been practicing my “Yes”
For past 2, 165 days

When people ask me about my wedding
I never really know what to say
But when they ask me about my future wife
I always tell them
Her eyes are the only Christmas lights that deserve to be seen all year long
I say
She thinks too much
Misses her father
Loves to laugh
And she’s terrible at lying
Because her face never figured out how to do it correctly

I tell them
If my alarm clock sounded like her voice
My snooze button would collect dust
I tell them

If she came in a bottle
I would drink her until my vision is blurry and my friends take away my keys
If she was a book

I would memorize her table of contents
I would read her cover-to-cover
Hoping to find typos

Just so we can both have a few things to work on


Because aren’t we all unfinished?
Don’t we all need a little editing?
Aren’t we all waiting to be proofread by someone?
Aren’t we all praying they will tell us that we make sense
She don’t always make sense
But her imperfections are the things I love about her the most

I don’t know when I will be married
I don’t know where I will be married
But I do know this
Whenever I’m asked about my future wife

I always say
…She’s a lot like you

"
-

Rudy Francisco (via katcossio)

OH MY GOSH I CANT HANDLE BREATHING RN THIS RESTORES HOPE

(via sksparkle77)

This is just……

(via kailybaby17)

one of my favorite things in the world to read

(via hotty-toddys-hotty)

New favorite

(via pearlsandcurlsandpreppygirls)

:”’)

(via acabaca)

Teman Sebangku Saya di Kereta

Pengalaman gw naik kereta sendirian selalu ada-ada aja. Terutama dengan orang di bangku sebelah.

Pernah dulu sebangku sama cewe bule, lupa asalnya darimana tapi kayaknya jerman atau belanda. Lagi asik nonton tv series dari laptop ternyata ada yang ikutan cekikikan. Dikirain sound effect dari tv seriesnya eh ternyata itu bule ikutan nonton dan ikutan ketawa. Jadilah kita nobar tv series, mulai dari HIMYM, Glee, Gossip Girl, sampe Grey’s Anatomy. Kelar nonton, dia tanya-tanya tentang club atau pub yang ada di Taman Ria Senayan itu enak apa engga, soalnya direkomendasi sama guide book yang dia bawa. Gw ya ketawa aja. Perasaan Taman Ria Senayan udah diancurin dari kapan tau. Ternyata itu guide book udah dari lama. Pantes lah infonya udah gak update. Sampenya di Jakarta, gw berusaha ambil koper di kabin tapi gak nyampe padahal udah naik kursi segala. Terus dengan ketawa geli, dia bantuin gw ambil tas itu. Bahkan dia gak perlu jinjit. Nasib geng 150-an.

Terus pernah juga sebangku sama ibu-ibu yang kepisah duduknya sama suaminya. Tiap 5-10 menit sekali selalu nyamperin suaminya yang duduk di agak depan. Begitu terus sampe akhirnya nyampe di Gambir.

Pernah juga keretanya mati listrik dari Jogja sampe Kutoarjo. Sekitar 50 menit gelap-gelapan dan panas-panasan. Terus yang duduk sebelah gw itu cowo kayaknya seumuran dan lagi nelfon pacarnya ngasih tau kalo listriknya mati. Pake acara gombal-gombalan segala. Duh -__-.

Adalagi sebelahan sama taruna AAU. Ini paling happy sih haha. Waktu itu di kereta lagi baca buku Dunia Sophie yang tebelnya minta ampun buat tugas kampus. Buku Dunia Sophie ini sendiri adalah novel filsafat. Isinya tentang sejarah filsafat dunia. Terus dia mulai ajak ngobrol dengan bilang: “Buset, Mba itu buku tebel amat. Emang paham? Baru mulai bab baru aja kayaknya udah lupa sama bab sebelumnya”. Ya sejujurnya agak gak paham juga sih makanya gw kasih post-it dan gw stabilo-in yang penting. Terus abis itu ngobrol-ngobrol banyak hal. Tapi paling banyak tentang pengalaman dia selama jadi taruna dan dia pernah lagi latihan terjun payung, terus salah kendaliin akhirnya nyangkut di pohon. Oiya, dia juga calon pilot pesawat tempur tapi takut naik pesawat kalo jadi penumpang -__-.

Bulan lalu balik ke Jakarta naik kereta sebelah gw bapak-bapak tua. Sepanjang perjalanan dia minum bir dan bolak balik ke kamar mandi buat ngerokok. Ya sebenarnya hak dia sih tapi kan mengganggu. Secara gw gak suka bau macem itu. Udah gitu muka dan badan dia berubah jadi merah banget. Yasudahlah saya tinggal tidur saja.

Hari ini naik kereta lagi sendirian menuju Jogja. Mau ketemu atak! Haha gak deng. Menghampiri kewajiban dan menatap realita. Sekarang sebelah gw dan baris seberang gw adalah 2 cewe dan 1 cowo. Kayaknya mereka punya geng hore heboh gitu deh. Ini sepanjang perjalanan pada pake sunglasses sama syal. Gak lupa tadi sebelum berangkat, mereka selfie dan minum tolak angin dulu. Panggilan satu sama lainnya itu ‘Oncom’ dan camilan mereka rempeyek. Yasudahlah biarkan mereka berhore-hore ria dan saya kembali menikmati mi rebus kereta seharga 18ribu tapi gak bisa kalo gak dibeli karena enak banget :D.

Going back to the city of reality with lots of new goal. Wish me luck!

If I walk, would you run? If I stop, would you come? If I say ‘you’re the one’, would you believe me?

We’re a thousand miles from comfort, we have traveled land and sea. But as long as you are with me, there’s no place I’d rather be.